Cara menggunakan Validator Syntax PostgreSQL
- Pilih dialek database kamu (MySQL, PostgreSQL, SQL Server, SQLite, BigQuery, dan lainnya).
- Tempel atau buka SQL kamu. Beberapa statement yang dipisah titik koma juga boleh.
- Error menampilkan baris, kolom, dan token yang diharapkan, dengan bagian yang salah ditandai.
- Statement yang valid ditampilkan beserta jenisnya dan tabel yang digunakan, plus peringatan untuk pola yang berisiko.
Apa yang dicek oleh validator SQL?
Validator SQL (atau syntax checker) mem-parse query kamu dengan grammar database tertentu dan memberi tahu apakah penulisannya sudah benar: tanda kurung seimbang, kata kunci dalam urutan yang tepat, ekspresi yang valid, koma di antara kolom, dan lain-lain. Alat ini memisahkan script kamu menjadi statement, mem-parse masing-masing secara terpisah supaya semua statement yang rusak langsung terlihat, lalu menunjuk baris dan kolom tempat parsing berhenti. Grammar PostgreSQL dipilih secara default.
Peringatan praktik terbaik
| Peringatan | Mengapa penting |
|---|---|
UPDATE / DELETE tanpa WHERE | Mengubah setiap baris di tabel, biasanya ini kesalahan. |
SELECT * | Mengambil kolom yang mungkin tidak kamu butuhkan dan bisa rusak saat kolom ditambah atau diurutkan ulang. |
INSERT tanpa daftar kolom | Bergantung pada urutan kolom; menambah kolom akan merusaknya. |
LIKE '%…' | Wildcard di awal tidak bisa memakai index biasa dan akan memindai seluruh tabel. |
= NULL | Tidak pernah bernilai benar; gunakan IS NULL. |
ORDER BY tanpa LIMIT di subquery, atau LIMIT tanpa ORDER BY | Urutan baris tidak dijamin tanpa pengurutan eksplisit. |
Perbedaan dialek yang menyebabkan error
- Tanda kutip identifier — MySQL dan MariaDB memakai backtick (
`order`), PostgreSQL, SQLite, dan standar SQL memakai tanda kutip ganda, SQL Server memakai kurung siku ([order]). - Batas jumlah baris —
LIMIT 10di MySQL, PostgreSQL, dan SQLite;TOP 10atauOFFSET … FETCHdi SQL Server. - Upsert —
ON DUPLICATE KEY UPDATE(MySQL) vsON CONFLICT … DO UPDATE(PostgreSQL, SQLite) vsMERGE(SQL Server, Snowflake, BigQuery). - Cast — PostgreSQL menerima
value::int; sebagian besar database lain memakaiCAST(value AS INT).
Error sintaks PostgreSQL yang umum
PostgreSQL menampilkan pesan “syntax error at or near …” beserta token tempat parsing berhenti. Penyebab yang sering terjadi: backtick hasil salinan dari MySQL (gunakan tanda kutip ganda), tanda kutip ganda di sekitar nilai string (gunakan tanda kutip tunggal, karena tanda kutip ganda berarti identifier), LIMIT x, y (Postgres butuh LIMIT y OFFSET x), dan koma yang hilang dalam daftar kolom.
Rapikan query dengan SQL formatter, buat statement dari data dengan CSV to SQL atau JSON to SQL, dan rancang tabel dengan generator CREATE TABLE.
Juga dicari sebagai: cek syntax postgresql, cek query postgres, error syntax psql, linter postgres, validasi sql postgres.
Tool yang cocok dipakai bersama Validator Syntax PostgreSQL
- Validator SQL — Tempel satu query atau seluruh script untuk memeriksa sintaksnya sesuai grammar database kamu.
- Pengecek Sintaks MySQL — Validasi query MySQL sebelum kamu menjalankannya.
- Excel ke JSON — Buka workbook .xlsx atau tempel sel langsung dari Excel atau Google Sheets, lalu dapatkan JSON yang rapi.
- JSON ke Excel — Ubah array JSON jadi buku kerja Excel yang sebenarnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah SQL saya dikirim ke server atau database?
Apakah hasil valid berarti query pasti bisa jalan?
Kenapa error menunjuk setelah kesalahan saya?
WHER, sering dibaca sebagai alias, sehingga error muncul di kata berikutnya. Periksa juga token tepat sebelum posisi yang ditandai.