Cara menggunakan URL Decode
- Tempel URL atau teks yang terenkode — hasilnya langsung di-decode saat kamu mengetik.
- Aktifkan “+ sebagai spasi” untuk query string dari form.
- Salin hasil yang mudah dibaca; parameter query ditampilkan satu per satu di bawah.
Apa yang dilakukan URL decoding?
URL hanya boleh berisi sekumpulan karakter terbatas, sehingga karakter lain di-percent-encode: tanda persen diikuti nilai byte dalam heksadesimal. Spasi menjadi %20, “/” menjadi %2F, dan “é” menjadi dua byte UTF-8 %C3%A9. Decoding mengubah urutan tersebut kembali menjadi karakter.
Tanda plus: spasi atau plus?
Pada pengiriman form HTML (application/x-www-form-urlencoded), spasi ditulis sebagai “+”, jadi q=hello+world berarti “hello world”. Di bagian path URL, “+” adalah tanda plus biasa. Aktifkan + sebagai spasi hanya untuk query string dan data form.
Decode dua kali
Jika hasilnya masih berisi %25 atau %2F, teks tersebut kemungkinan di-encode dua kali. Ini sering terjadi saat URL dikirim sebagai parameter pada redirect atau tautan pelacakan. Decode lagi untuk melihat aslinya.
Juga dicari sebagai: url decoder, decode url, percent decode, urldecode online, decode query string, url decode utf-8.
Tool yang cocok dipakai bersama URL Decode
- Encode & Decode URL — Ubah teks menjadi percent-encoding agar aman dipakai di URL, kembalikan string yang sudah di-encode menjadi teks yang bisa dibaca, dan pecah URL apa pun menjadi bagian-bagian serta parameter query-nya.
- Parser URL — Tempel URL untuk melihat setiap komponen dan parameter query yang sudah di-decode.
- Base64 Decode — Tempel string Base64 untuk mendekodenya kembali menjadi teks saat kamu mengetik, termasuk Base64 URL-safe dari JWT dan tautan, serta string yang tidak memiliki padding “=”.
- Generator UTM — Tambahkan utm_source, utm_medium, utm_campaign dan parameter lainnya ke link apa pun, lihat channel GA4 tempat kunjungan akan masuk, dan beri tag sekaligus pada daftar URL.