Cara menggunakan HTML Decode
- Tempel teks yang sudah di-encode — hasilnya langsung di-decode saat kamu mengetik.
- Entitas bernama (é), desimal (é) dan heksadesimal (é) semuanya otomatis diubah.
- Salin hasilnya, atau pindah ke Encode untuk meng-escape teks agar aman dipakai di HTML.
Apa itu entitas HTML
Entitas HTML menulis karakter yang jika tidak akan dibaca sebagai markup, atau karakter yang susah diketik: < adalah “<”, & adalah “&”, adalah spasi insecable dan — adalah em dash. Decode akan mengembalikannya menjadi karakter aslinya.
Dari mana teks yang di-encode berasal
Kamu sering menemukan entitas di feed RSS, ekspor CMS, email, halaman hasil scraping, dan respons API yang teksnya sudah di-escape dua kali. Jika hasil decode masih mengandung &, berarti teks itu di-encode dua kali — decode lagi.
Decode di sini aman
Hasil decode ditampilkan sebagai teks biasa, tidak pernah dirender sebagai HTML, sehingga men-decode <script> tidak akan menjalankan apa pun. Saat kamu memasukkan teks hasil decode kembali ke halaman web, encode lagi atau sisipkan sebagai teks, bukan HTML.
Juga dicari sebagai: decode html entities, html entity decoder, html unescape, ubah entitas html, decode html online, html entities to text.
Tool yang cocok dipakai bersama HTML Decode
- Encoder HTML Entity — Escape < > & " supaya teks aman ditampilkan di HTML, ubah aksen dan simbol menjadi named atau numeric entity, atau decode HTML yang penuh entity menjadi teks biasa.
- URL Decode — Tempel URL atau query string yang penuh %20 dan %3D agar kembali mudah dibaca, dengan setiap parameter query di-decode dan ditampilkan terpisah.
- Base64 Decode — Tempel string Base64 untuk mendekodenya kembali menjadi teks saat kamu mengetik, termasuk Base64 URL-safe dari JWT dan tautan, serta string yang tidak memiliki padding “=”.
- Formatter HTML — Tempel markup yang berantakan atau sudah di-minify, lalu dapatkan HTML rapi dengan indentasi konsisten — termasuk blok <style> dan <script> di dalamnya.