Cara menggunakan Heading Checker
- Tempel URL halaman lalu klik Cek heading.
- Periksa jumlahnya: sebagian besar halaman idealnya punya tepat satu H1, beberapa H2 untuk bagian utama, dan H3 di bawahnya.
- Pindai outline — baris yang disorot kuning melewati satu level, baris merah adalah heading kosong.
- Perbaiki masalahnya di CMS kamu, lalu klik Salin outline untuk menempelkan strukturnya ke brief atau tiket.
Apa itu heading checker?
Heading checker mengambil setiap elemen <h1> sampai <h6> dari halaman web dan menampilkannya sesuai urutan dokumen sebagai outline bertingkat. Heading membentuk daftar isi halaman: mesin pencari memakainya untuk memahami topik yang dibahas dan hubungan antarbagian, sementara pengguna screen reader melompat antarheading untuk bernavigasi. Outline yang rapi membantu keduanya.
Arti setiap pengecekan
Satu H1 per halaman
H1 sebaiknya menyatakan topik utama halaman, biasanya dekat dengan tag title. Google pernah menyatakan bahwa banyak H1 bukan masalah bagi sistemnya, tetapi satu H1 yang jelas tetap menjadi konvensi paling andal untuk aksesibilitas dan kejelasan di template. Halaman tanpa H1 sama sekali adalah celah yang lebih serius: kamu kehilangan sinyal on-page terkuat tentang isi halaman. Logo dan nama situs yang dibungkus H1 di setiap halaman adalah penyebab umum H1 ganda.
Tidak ada level yang terlewat
Heading sebaiknya turun satu level setiap kali: bagian H2 bisa berisi H3, dan H3 bisa berisi H4. Loncat dari H2 langsung ke H4 merusak hierarki logis (teknik WCAG G141 merekomendasikan struktur heading yang benar). Penyebab umumnya adalah memilih level heading berdasarkan ukuran font. Gunakan kelas CSS untuk gaya tampilan, sehingga level heading bisa mencerminkan struktur.
Tidak ada heading kosong atau duplikat
Heading kosong, yang sering berupa pembungkus ikon atau sisa elemen CMS, dibacakan screen reader sebagai “heading” tanpa teks. Heading duplikat seperti “Baca selengkapnya” yang berulang membuat outline tidak bermakna jika dilihat di luar konteks.
Contoh outline yang baik
H1 Running shoes for flat feet
H2 How we tested
H2 The best running shoes for flat feet
H3 Best overall: …
H3 Best for trail: …
H2 How to choose
H3 Stability vs. neutral shoes
H2 FAQ
Setiap heading deskriptif dengan sendirinya, level tidak pernah terlewat, dan H1 sesuai dengan maksud pencarian. Untuk faktor on-page lainnya, jalankan SEO Checker lengkap. Untuk melihat kata apa yang ditonjolkan heading dan isi halamanmu, gunakan Keyword Density Checker.
Juga dicari sebagai: cek h1, struktur heading, tag header, cek heading seo, heading outline, hierarki heading, html heading, cek tag h1 h2 h3.
Tool yang cocok dipakai bersama Heading Checker
- Pengecek Meta Tag — Lihat bagaimana Google kemungkinan menampilkan halamanmu: title dan description diukur dalam piksel, pratinjau desktop dan mobile, serta semua meta tag di <head>.
- Word Counter — Tempel atau ketik teksmu untuk menghitung kata dan karakter secara langsung, plus estimasi waktu baca dan bicara, kepadatan kata kunci, serta cek panjang untuk judul SEO, meta description, dan postingan media sosial.
- Pengecek Alt Gambar — Audit setiap gambar di halaman dalam satu tabel: status alt text, ukuran file, atribut lebar/tinggi, format, dan lazy loading, dengan filter dan ekspor CSV.
- Penjelas robots.txt — Aturan robots.txt memang pendek, tapi mudah salah dibaca.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah buruk jika punya lebih dari satu H1?
Apakah heading membantu SEO?
Apakah H1 harus sama dengan tag title?
Kenapa heading di navigasi atau footer ikut dihitung?
<p> atau <div> dengan gaya tertentu.