Pengembangan

WOFF2 vs WOFF vs TTF vs OTF

Untuk sebagian besar situs, jawabannya singkat: pakai WOFF2. Berikut fungsi tiap format dan kapan kamu mungkin butuh yang lain.

Pemula · 4 menit baca · Diperbarui 31 Oktober 2026

WOFF2 vs WOFF vs TTF vs OTF

Ringkasan format

FormatDibuat untukDipakai di web?
WOFF2Situs web, dengan kompresi terbaikYa, selalu
WOFFSitus web, dengan kompresi lamaHanya untuk browser sangat lama
TTFAplikasi desktopTidak, ukurannya terlalu besar
OTFAplikasi desktop dan cetakTidak, ukurannya terlalu besar
EOTInternet Explorer lamaTidak, sudah usang
SVG fontsiPhone generasi awalTidak, sudah usang

Kenapa WOFF2 unggul

WOFF2 membungkus font biasa dengan kompresi Brotli, ditambah langkah ekstra yang dirancang khusus untuk data font. Format ini didukung di semua browser modern, jadi satu file biasanya sudah cukup. Konversi filemu dengan TTF to WOFF2 Converter atau OTF to WOFF2 Converter.

Masih perlu fallback WOFF?

Jarang. Tambahkan hanya jika analitik situsmu menunjukkan pengunjung memakai browser sangat lama. Biayanya kecil, karena browser hanya mengunduh format pertama yang mereka dukung:

src: url("brand.woff2") format("woff2"),
     url("brand.woff") format("woff");

TTF atau OTF?

Ini terutama penting untuk file sumbermu. TTF memakai outline TrueType, sedangkan OTF biasanya memakai outline bergaya PostScript. Setelah dikonversi ke WOFF2, keduanya sama-sama aman untuk web. Jika kamu kehilangan file sumber dari font yang kamu punya lisensinya, WOFF2 to TTF Converter bisa mengembalikannya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah WOFF2 menurunkan kualitas font?
Tidak. Kompresinya bersifat lossless, jadi bentuk huruf tetap persis sama.
Apakah semua browser mendukung WOFF2?
Semua browser modern mendukungnya, termasuk Chrome, Edge, Firefox, dan Safari.
Bolehkah saya mengunggah file TTF ke situs web?
Bisa, tetapi ukuran filenya jauh lebih besar dibanding WOFF2. Konversi dulu sebelum diunggah.

Baca juga