Tes Ping Online — Cek Latency ke Host Mana Pun

Ukur seberapa cepat server merespons: masukkan host dan dapatkan latency round-trip, jitter, dan percobaan yang gagal dari beberapa ping. Diukur dari server kami dengan TCP ping ke port yang kamu pilih.

Diperbarui

Tool ini mengambil URL publik yang kamu masukkan dari server kami. Hasilnya disimpan sementara di memori selama beberapa menit dan tidak pernah disimpan di database.

Apakah alat ini membantu?0.0 0 penilaian
Cek port terbuka di domain atau IP publikHTTP, HTTPS, SSH, FTP, SMTP, IMAP, MySQL, RDP, dan lainnya.Cek Port →

Cara menggunakan Tes Ping

  1. Masukkan domain (contoh.com) atau alamat IP publik.
  2. Biarkan port 443 untuk website, atau pilih port lain yang didengarkan server (80 untuk HTTP, 22 untuk SSH, 25 untuk email).
  3. Klik Ping. Setiap percobaan mengukur berapa lama server membutuhkan waktu untuk menerima koneksi TCP.
  4. Baca rata-rata, latency minimum dan maksimum, jitter (seberapa besar latency berubah-ubah), serta persentase percobaan yang gagal.

TCP ping vs ping klasik

Perintah ping klasik mengirim paket ICMP echo. Server cloud, termasuk yang menjalankan tool ini, tidak bisa mengirim ICMP mentah, dan banyak host memang memblokir ICMP. Tool ini menggunakan TCP ping sebagai gantinya: mengukur berapa lama target menyelesaikan handshake TCP pada port layanan yang sebenarnya (443 secara default). Untuk server web, cara ini biasanya lebih bermakna, karena menguji jalur yang benar-benar dilalui pengunjungmu.

Membaca hasil

NilaiArtinyaBaik
Latency (rata-rata)Waktu round-trip untuk membuka koneksi< 50 ms di region yang sama, < 150 ms antarbenua
JitterRata-rata perubahan antar ping berurutan< 10 ms
GagalPercobaan yang timeout atau ditolak0%

Latency diukur dari data center server kami, sehingga mencerminkan jarak antara lokasi tersebut dan target, bukan koneksi internetmu sendiri. Website yang menggunakan CDN biasanya merespons dari edge terdekat dan menunjukkan latency yang sangat rendah.

Pemecahan masalah

  • Ditolak: host bisa dijangkau, tetapi tidak ada layanan yang mendengarkan di port tersebut. Coba port 80 atau 443.
  • Timeout: firewall membuang paket, atau host sedang mati. Cek dengan Pengecek Port dan Pengecek Website Down.
  • Tidak bisa di-resolve: cek record domain dengan DNS Lookup.

Juga dicari sebagai: ping online, cek ping website, ping ip, tes latency, tcp ping, cek waktu respons server, tes jitter, tes packet loss.

Tool yang cocok dipakai bersama Tes Ping

  • Pengecek Propagasi DNS — Habis ubah DNS atau memindahkan situs ke Webflow?
  • Cek IP Address Saya — IP address publik kamu dan semua informasi yang diperlihatkan browser ke situs yang kamu kunjungi: user agent, layar, bahasa, zona waktu, dan header permintaan.
  • Cek SSL — Verifikasi sertifikat HTTPS dalam hitungan detik.
  • Analisis Header Email — Tempel header mentah dari email untuk melihat seluruh perjalanannya: setiap lompatan server beserta waktu tempuhnya, hasil SPF, DKIM dan DMARC, IP asal, serta tanda bahaya seperti Reply-To atau Return-Path yang tidak cocok.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa ping ini memakai TCP, bukan ICMP?
Lingkungan cloud serverless tidak bisa mengirim paket ICMP mentah, dan banyak jaringan memblokir ICMP. TCP ping mengukur waktu untuk membuka koneksi nyata pada port layanan, sehingga lebih mendekati pengalaman pengguna.
Dari mana ping dikirim?
Dari data center tempat server kami berjalan (ditampilkan di hasil). Untuk mengukur latency dari komputermu sendiri, gunakan perintah ping di terminal.
Bisakah saya melakukan ping ke IP privat atau lokal?
Tidak. Demi keamanan, alamat privat, lokal, dan yang dicadangkan (seperti 192.168.x.x atau 10.x.x.x) diblokir.
Berapa ping yang bagus?
Di bawah 50 ms sangat bagus untuk region yang sama, 50–150 ms normal antarbenua, dan nilai yang konsisten di atas 200 ms atau dengan jitter tinggi bisa membuat halaman lambat atau panggilan suara terputus-putus.

Tool terkait